Pagi yang
begitu cerah ketika saya pergi kesekolah untuk menuntut ilmu demi menggapai
kesuksesan. Namun apala dayaku pagi yang begitu cerah harus ternodai dengan
siswa yang terlambat mengikuti apel. Setelah apel saya dan teman-teman sekolah
pun melakukan kegiatan setiap sabtu pagi yaitu melakukan senam pagi. Saat-saat
yang kami tunggu-tunggu ketika hari sabtu yaitu waktu setelah senam pagi karena
di waktu tersebut kami dibebaskan dari beban pelajaran yang harus kami terima
setiap harinya. Walaupun waktu bersenang-senang kami hanya berlangsung kurang
lebih satu jam tapi kami sangat merasa senang
Tuuuuuutttt,
tuuuuttttt, ttttuuuuuttt, bel pun berbunyi menandakan kami harus kembali masuk
ke kelas untuk menerima pelajaran guna enggapai sukses. Saya pun sangat
bersemangat untuk belajar demi menggapai sukses. Tapi, apalah daya semangat
belajarku seketika punah ketika aku teringat dengan perkataan seorang guru yang
berkata. “kalian di sekolah ini cukup belajar satu semester karena semester
berikutnya adalah permainan, siapa yang berkuasa di semester awal maka dialah
juaranya. Karena nilai kalian tidak akan turun”.
Seketika itu
aku termenung, jika saya mendapatkan nilai besar dengan sebuah permainan atau
bisa dikatakan nilai palsu maka akan sulit bagi saya untuk mengerti kehidupan.
Mungkin aku bisa sukses dengan nilai palsu, tetapi sukses-ku itu hanyalah
sukses palsu karena permainan dan bukan hasil jerih payah saya. Karena nilai di
dalam raportterdiri dari dua puluh persen murni dan sisanya palsu. Dengan
begini sudah dipastikan bahwa saya bisa sukses dengan kesuksesan palsu. Tapi
yang saya inginkan bukanlah kesuksesan tapi kesempurnaan.
Saya
teringat sepatah kata dalam film 3 idiot “jangan lah mengejar kesuksesan tapi
kejarlah kesempurnaan. Karena sukses belum tentu sempurna bisa saja palsu,
tetapi sempurna sudah dipastikan sukses.”
Sukses bisa
kita capai dengan kepalsuan, namun sempurna tidak bisa kita gapai dengan
kepalsuan. Kalau sukses bisa dengan duapuluh persen kemampuan diri dan sisanya
dengan kemapuan pihak lain, tetapi sempurna hanya dapat kita gapai dengan
delapan puluh persen kemampuan kita dan dua puluh persen bantuan orang lain.
04:25
Share:
0 comments: