Saturday, 7 November 2015

KESUKSESAN PALSU

Posted by Unknown  |  No comments

            Pagi yang begitu cerah ketika saya pergi kesekolah untuk menuntut ilmu demi menggapai kesuksesan. Namun apala dayaku pagi yang begitu cerah harus ternodai dengan siswa yang terlambat mengikuti apel. Setelah apel saya dan teman-teman sekolah pun melakukan kegiatan setiap sabtu pagi yaitu melakukan senam pagi. Saat-saat yang kami tunggu-tunggu ketika hari sabtu yaitu waktu setelah senam pagi karena di waktu tersebut kami dibebaskan dari beban pelajaran yang harus kami terima setiap harinya. Walaupun waktu bersenang-senang kami hanya berlangsung kurang lebih satu jam tapi kami sangat merasa senang
            Tuuuuuutttt, tuuuuttttt, ttttuuuuuttt, bel pun berbunyi menandakan kami harus kembali masuk ke kelas untuk menerima pelajaran guna enggapai sukses. Saya pun sangat bersemangat untuk belajar demi menggapai sukses. Tapi, apalah daya semangat belajarku seketika punah ketika aku teringat dengan perkataan seorang guru yang berkata. “kalian di sekolah ini cukup belajar satu semester karena semester berikutnya adalah permainan, siapa yang berkuasa di semester awal maka dialah juaranya. Karena nilai kalian tidak akan turun”.
            Seketika itu aku termenung, jika saya mendapatkan nilai besar dengan sebuah permainan atau bisa dikatakan nilai palsu maka akan sulit bagi saya untuk mengerti kehidupan. Mungkin aku bisa sukses dengan nilai palsu, tetapi sukses-ku itu hanyalah sukses palsu karena permainan dan bukan hasil jerih payah saya. Karena nilai di dalam raportterdiri dari dua puluh persen murni dan sisanya palsu. Dengan begini sudah dipastikan bahwa saya bisa sukses dengan kesuksesan palsu. Tapi yang saya inginkan bukanlah kesuksesan tapi kesempurnaan.
            Saya teringat sepatah kata dalam film 3 idiot “jangan lah mengejar kesuksesan tapi kejarlah kesempurnaan. Karena sukses belum tentu sempurna bisa saja palsu, tetapi sempurna sudah dipastikan sukses.”

            Sukses bisa kita capai dengan kepalsuan, namun sempurna tidak bisa kita gapai dengan kepalsuan. Kalau sukses bisa dengan duapuluh persen kemampuan diri dan sisanya dengan kemapuan pihak lain, tetapi sempurna hanya dapat kita gapai dengan delapan puluh persen kemampuan kita dan dua puluh persen bantuan orang lain.

04:25 Share:
About Ro Qim

Follow him on Facebook

0 comments:

Get updates in your email box
Complete the form below, and we'll send you the best coupons.

Deliver via FeedBurner
Wavy Tail
Proudly Powered by Blogger.
back to top